Kamis, 11 Juli 2013

yang terlewatkan bag#4 -end-

-----------------

Ya, kejutan. Sungguh hari ini penuh kejutan. Hatiku bergetar, posting yang dimaksud bagas telah tersedak di pelupuk mata. Inilah posting pertama dan ... satu-satunya, kurasa demikian.


yang terlewatkan~

Kemana kau s’lama iniBidadari yang kunantiKenapa baru sekarangKita dipertemukan
Sesal tak ‘kan ada artiKarna semua t’lah terjdiKini kau t'lah menjalaniSisa hidup dengannya
Mungkin salahku… Melewatkanmu…Tak mencarimu… Sepenuh hati…Maafkan aku…Kesalahanku… Melewatkanmu…Hingga kau kini… Dengan yang lain…Maafkan aku…
Jika berulang kembaliKau tak akan terlewatiSegenap hati kucariDi mana kau berada
Walau ku terlambatKau tetap yang terhebatMelihatmu… Mendengarmu…Kaulah yang terhebat
maaf, terimakasihaku sayang kamu, shillawould you to be my girlfriend?


Itulah lirik lagu yang terlewatkan dari Sheila on 7. Copas, ya aku yakin. Tapi tak penting ku permasalahkan dari mana ia mendapatkan lirik itu. Tapi mengapa ia menuliskannya untukku. Benar-benar tak masuk akal.

Ku resapi kata per kata kalimat dalam blog nya itu. Tiba-tiba rasa nyeri menyusur hatiku. Sakit itu menusuk hingga ke tulang-tulang yang nyaris mati. Tubuhku bergetar, tanganku gemetar tak mampu ku reda. Mataku ngilu seiring mengalir air mata yang menambah luka di dada. Tuhan, tolong aku. Aku tak sanggup berada di posisi ini. Ambil takdir ini tuhan, atau ambilah nyawa ini jika itu yang terbaik bagi diriku sekarang. Ambilah, aku siap.

Dengan pikiran yang luar biasa awut-awutan, aku bergeming. ku kutuk rasa ini yang sejatinya tak bersalah. Ku kutuk tulisan-tulisan dalam blog ku yang sebenarnya pun tak berhak ku salahkan. Ku kutuk diriku, tak ada perlawanan. Memang aku yang salah. Tapi kamu, ya kamu bagas, kamu lebih bersalah. Aku benci kamu, benci!

Tiba-tiba muncul hasrat untukku mendengar suara orang yang paling kubenci di dunia itu. Aku ingin ...

pokoknya aku ingin melakukan sesuatu untuknya. Tunggu saja.
Ku ambil ponselku, kucari kontak namanya. Lalu, ku hubungi nomor yang tertera di kontak tersebut. Tak berapa lama, telepon langsung tersambung.

“shilla?” katanya seketika saat telepon tersambung. Mengagetkan dan nyaris membuatku kehilangan kesadaran. “Ada apa?” sambungnya kemudian.

“postingmu bagus” kataku, masih sedikit terisak.

“gimana?” tanyanya penuh pengharapan.

“seharusnya kamu gak perlu berepot-repot menulis itu untukku” kataku tegas.

Hampir ia menjawab, tetapi langsung ku serobot kata-katanya.

“gak nyangka kamu bakal se romantis itu” lanjutku, “gak nyangka pula kamu se jahatini”
“jahat? Maksud kamu?”

Mendengar jawabannya yang polos tapi cukup menyakitkan itu, aku cukup tersenyum. Tapi air mata ini yang semakin terlihat memberontak. Ia mengalir lebih deras. Kurasa air mata itu mampu mewakili jawaban hatiku yang sungguh adanya.

“kamu tahu, sejak 3 tahun lalu aku menyukaimu. Aku menyayangimu, bahkan mungkin lebih sayang dari sekian juta mantan-mantanmu” ku beranikan diri untuk mengatakan yang sejujurnya.

“tapi kamu, tak pernah sedikitpun membalas rasa itu. Jangankan membalas, Menghargai pun tak pernah. Oke aku sadar, aku jelek. Aku tak secantik mantan-mantanmu. Tak secerdas se perfect mereka. Tapi, tapi kami sama-sama wanita. Kami memiliki naluri yang sama. Naluri untuk mendapat kasih sayang dari orang yang kami cinta” Kata-kataku mengalir begitu saja. Tanpa mampu ku ubah maupun ku hentikan.“kamu tahu apa yang kurasakan saat itu? Tidak, aku yakin tidak. Kamu adalah cowok yang tak berperasaan. Aku sangat hafal itu. Tapi, perlakuanmu dulu masih lebih baik dari kamu yang sekarang!” klimaks dimulai, air mataku turut tak mampu terbendung lagi.

Ku lanjut secara kilat, “dulu kamu tak pernah memberi harapan yang membuatku melambung. Semua pun mengalir secara tulus, apa adanya. Tapi kini, kamu datang lagi. Kamu datang seakan-akan kamu orang paling besalah di dunia. Kamu datang dengan air mata, dengan harapan yang kurasa sangat amat terlambat tercipta” aku menarik nafas panjang, lalu membuangnya perlahan, “kamu datang dengan cinta yang sangat sering kau obral. Dan parahnya, ini kau lakukan saat aku telah bahagia dengan hidupku. Aku telah bahagia bersama dengan cinta dari orang yang sangat tercinta, Dengan orang yang terbukti lebih baik dan tulus dibandingkanmu. Aku telah hidup dengan duniaku. Dan yang paling penting, aku telah hidup dengan mengubur jauh masa laluku, termasuk kesalahanku mencintaimu”

“shill” katanya seperti menghentikan kata-kata ku selanjutnya. Ku dengar ia terisak. Itulah yang ku inginkan. Aku ingin dia merasakan apa yang selama ini ia lakukan.

“terima kasih telah mengajariku bagaimana mencintai orang secara tulus. Walaupun dengan caramu yang menyakitkan” pungkasku sembari ku tutup telepon, tanpa memperdulikan respon selanjutnya.

Aku kembali menangis. Membayangkan kejadian-kejadian menyakitkan sebelum ini. Tiba-tiba rekaman dalam memori ingatanku satu demi satu terputar. Membuatku semakin tak ingin menghentikan tangisan ini.
Ponselku berbunyi, ternyata bagas meneleponku. Entahlah, aku tak berminat mengangkat telepon tersebut. Terserah, terserah seberapa lama kau sabar menunggu jawaban telepon dariku. Ini semua belum sebanding dengan kesabaranku menunggu cintamu selama ini ...

Aku mendapat satu pelajaran dari kisah cinta yang bagiku sangat tragis ini. Aku kini percaya, tak ada usaha yang sia-sia. Tak ada penantian tanpa imbalan. Tak ada pula cinta yang didapat tanpa perlu meminta. Serta, tak ada yang abadi di dunia ini ...


Terima kasih Tuhan, dan Bagas.
terima kasih untuk kejutan ini, hari ini :)

-------------------------------

yang terlewatkan~

Kemana kau s’lama iniBidadari yang kunantiKenapa baru sekarangKita dipertemukan
Sesal tak ‘kan ada artiKarna semua t’lah terjdiKini kau t'lah menjalaniSisa hidup dengannya
Mungkin salahku… Melewatkanmu…Tak mencarimu… Sepenuh hati…Maafkan aku…Kesalahanku… Melewatkanmu…Hingga kau kini… Dengan yang lain…Maafkan aku…
Jika berulang kembaliKau tak akan terlewatiSegenap hati kucariDi mana kau berada
----------------------------------------------------
Walau ku terlambatKau tetap yang terhebatMelihatmu… Mendengarmu…Kaulah yang terhebat

maaf, terimakasihaku sayang kamu, shillawould you to be my girlfriend?

yang terlewatkan bag#3

-------------------

Aku lelah, aku ingin segera melepas penat. Terlebih hari sudah malam, sangat tepat untuk segera menjamah alam mimpi. Aku sudah siap diatas kasur dengan spray pink bermotif garis favoritku. Tiba-tiba ...
Dering nada mengalun menyesakki telingaku. Seakan meminta perhatian, seketika pula membuyarkan impian.

“siapa sih” gemingku seraya membuka sms yang baru saja menambah daftar kotak masuk ponselku.

“bagas” aku tersedak ketika mengetahui pengirim pesan singkat tersebut.

         Bagas : Selamat
Itulah isi sms nya. Singkat namun sarat makna. Penuh misteri.

Aku : Untuk ?
Balasku. Kubuat agar terkesan secuek mungkin.

Bagas : Longlast ya 
Apa-apaan ini? Sejak kapan ia peduli denganku. Sejak kapan bagas mau berdoa untuk kebaikanku. Kenapa ia hanya berani mengatakan lewat sms? Kenapa tidak tadi, Sekalian ada dias kan? Oh dasar pengecut! cukup tau.

Aku : Makasih  , oh ya dia itu baiiikkk banget. Kapan2 aku kenalian mau? Wkwkw :P
Tanyaku sengaja merangsangnya untuk emosi. Atau,sengaja membuatnyaagar cemburu? Ahh Entahlah.

Bagas : Blog kamu bagus shill 
Lagi-lagi kamu mengaihkan pembicaraan gas. Tapi tunggu sebentar, blog? Kenapa tiba-tiba dia memuji blog ku? Darimana bagas tau? Lalu, apa yang sudah dilakukannya dengan blog ku? Sudahkah ia membaca ... ahh tidak tidak. Kenyataan tak akan seburuk yang kupikirkan, aku yakin. Aku percaya keajaiban tuhan, aku percaya.

Aku : Blog apa? Emang aku punya blog?
Aku sudah tak mampu berfikir jernih. Kujawab semampu otakku memberi kata-kata terbijaknya. Aku pasrah apapun yang akan bagas balas setelah ini. Aku pasrah.

Bagas : http://shillate-bermimpi.blogspot.com kannn ???
Parah. Dia sampai hafal alamat blog ku. Sebenarnya apa maksudnya? Apa maksud semua ini? Hobi banget sih kamu membuat aku terpojok kayak gini. Seneng ya ... huh.

Belum sempat terpikir olehku balasan untuknya. Terserah, aku pasrah apa yang akan diucapkannya tentangku setelah ini. Aku pengecut, aku gila atau apalah terseraah kamu. Terserah, ya terserah.

Aku jadi rindu blog ku. Sudah lama aku tak membukanya. Sudah lama aku tak bercerita dengannya. Karena memang kandasnya cintaku pada bagas turut mengandaskan semangatku untuk mengunjungi blog yang dulu sangat sering mengobati piluku. Kini blog terasa hambar dan cerita-cerita tentangnya dulu kini tak terasa sangar. Rasanya ingin segera dirinya ku tampar.

Belum sempat untukku membalas sms nya. Dia kembali mengirimkan sebuah pesan. Dengan perasaan beraduk, kubuka isi sms tersebut. Kuatkan aku Tuhan ...

Bagas : maaf jika aku terlalu lancang,
                    Aku sudah membuka dan membaca isi blogmu tanpa sepengetahuan dan ijin darimu
Sekali lagi, maafkan aku.
                    Tulisanmu di blog menyadarkanku, membuatku mengerti betapa pentingnya dirimu bagi                                      hidupku.
Kata-katamu begitu tulus sesuai kehendak hati yang halus
                Maaf jika selama ini ketulusanmu kubalas dengan sesuatu yang tak Sepantasnya
                Aku khilaf, kumohon maafkan aku
                Terima kasih telah menjadi fans setiaku
                Kini saatnya kuberikan yang terbaik untukmu, fans tertulusku
Sebagaimana yang telah kau berikan padaku selama ini 

Ini, inilah kenyataan terburuk yang tak pernah kusangka bakal benar terjadi. Inilah yang selama ini ku khawatirkan. Ini tak sepenuhnya salah bagas, salahku? Tidak juga. Ini takdir, ya tanpa kuasa takdir mustahil hal semacam ini dapat mengalir teramat lancar. Takdir yang menuntun bagas mengetahui semua perasaanku. Membaca seluruh tulisan-tulisan konyol dalam blog yang jelas-jelas tertuju untuknya secara gamblang. Aku malu tetapi takut. Aku senang bagas tahu perasaanku dengan cara sedikit terhormat, tapi pikiranku masih sangat remang. Aku tak bisa berfikir tenang.

Tuhan, aku tahu kau punya rencana indah. Ada kejutan lain dibalik mencekamnya kenyaataan ini. Aku tahu Kau telah mempersiapkannya. Kau telah mempersiapkan semuanya berubah indah. Indah pada waktunya. Aku yakin inilah waktunya. Ya, sekarang lah waktunya.

Baru berkejar dengan lamunan, bagas mengirim sms lagi. Sungguh aku tak mengerti jalan pikirannya.

Bagas : seandainya kau tahu, orang yang kumaksud di pantai tadi siang itu kamu. Ya, semua kata-kata tadi
untukmu. Kuharap kamu tau apa maksudku. Jika ada yang ingin kamu tanyakan, silahkan saja aku siap
menjawab 

sudah kuduga. Tidak mengejutkan. Biasa saja. Tapi ... tunggu sebentar, sepertinya ada keganjalan. Ya, harus ku tanyakan. Aku tak ingin kata-kata mu berlalu tanpa aku tahu maksudnya secara utuh. Kuharap kau memberi jawaban yang sebenarnya. Semoga.

Aku : hati yag benar. Maksudmu?
Baru beberapa puluh detik sms terkirim, sudah muncul balasan darinya.

Bagas : sudah kuduga. http://bloggas-bag.blogspot.com . ada satu posting disana. Itulah jawabnya
Rasa penasaran membuncah di seluruh urat nadiku. Tubuhku memaku dan masih saja termangu. Kurasa rangkaian peristiwa ini mimpi. Aku tak pernah menyangka kejutan bertubi-tubi hingga aku sendiri tak mampu membedakan mana hakiki maupun ilusi. Tuhan, rencana apa lagi ini ...

Bagas punya blog? Sejak kapan? Aku sangat hafal tabiatnya. Menulis saja kalau bukan karena dipaksa pasti ia tak akan mau menuangkan tintanya diatas kertas. Sejak kapan ia aktif di jejaring sosial? Tidak tidak, selama sekian tahun menjadi jadi stalkernya, aku tak pernah sanggup menyimpulkan bahwa ia seorang sosialita. Tidak, kurasa ada sesuatu yang sangat tabu dibalik semua yang racu ini. Aku yakin.

Okelah, aku mengalah. Kuambil laptop, kupasang modem dan seluruh perlengkapan untuk berselancar di dunia maya. Tanpa basa-basi langsung saja kutulis alamatnya pada laman alamat di halaman mesin pencari. Dengan hati tak karuan kutunggu kejutan selanjutnya ...

-------------------------

yang terlewatkan bag#1

Ini adalah kali ketiga kelas IX G mengadakan reuni. Reuni akbar yang lazim dilaksanakan setiap tahun. Ini merupakan tahun yang istimewa karena kami akan segera menamatkan SMA/SMK dan siap melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Peristiwa yang telah juga kami lalui di kelas IX G kala itu.

24 Desember 2013,

Itulah tanggal dimana reuni ini terlaksana. Entah kenapa, reuni kali ini terasa sangat berbeda. Ada rasa yang aku sendiri pun tak mampu menjabarkannya. Aku merasa lain, aku terasa asing berada di atmosfer kelas SMP ku terakhir ini. Sekali lagi, aku merasa beda. Sangat.

Aku tak menahu darimana pikiran ini muncul. Tapi seketika pikiran ini menjalar dan menjadikan hambar di setiap keping latar. Dimana rasa yang dulu. Rasa yang membuat aku nyaman saat IX G bersama-sama. Rasa yang membuatku ingin selalu tertawa riang. Rasa yang membuat jantung ini berdebar saat IX G di dekat ...

Oh my god, aku mengingat satu hal. Aku mengingat kita. Maksudku aku dan bagas. Dimana, dimana mulut ini yang mendadak kaku saat bercerita tentangnya. Dimana, dimana mata ini yang selalu tersipu malu saat menatapnya. Dimana? Dimana? Kurasa tak ku ketemukan lagi, ahh entahlah.

Reuni kali ini menghadirkan suasana pantai yang tenang dan selalu riang. Tentu alasan utama darinya adalah supaya masing-masing dari kami lebih tenang serta selalu riang dalam meghadapi Ujian Nasional yang tinggal menghitung bulan. Tetapi riak gelombang pantai hanya menambah panjang sebab gelisahku di reuni kali ini. Ini bahkan tidak terlihat seperti reuni, melainkan uji nyali.

“shilla” panggil seseorang di seberang. Tak terlihat jelas orang tersebut. Untuk memastikan, aku mendekat.
Aku terpaku. Diam mematung.

Orang itu ... arrrggghhh

“kenapa?” jawabku tetap mencoba sedingin mungkin.

“ada sesuatu yang mau aku omongin” ungkapnya hati-hati.

“yaudah, ngomong aja” aku masih saja berlaga cuek.

Dia menarik tanganku dan membawa kami ke suatu tempat. Aneh, sama sekali jantungku tak berontak. 

Tanganku pun pasrah saja. Tubuh yang biasanya bergetar saat bersamanya pun kini nampaknya sudah bosan ...

Tempat ini jauh dari teman-teman IX G yang lain. Lumayan terpencil dan ... , apa yang akan dilakukannya? ?? tidak, tidak, tidak. Buanglah pransangka ini Tuhan ...

“maaf” ucap bagas, terdengar sekali ucapan itu dari hatinya. Aku bisa merasakan itu.

“untuk?” kutatap matanya nanar. Aku ingin sekali memeluknya, sebagai sahabat.

“intinya aku minta maaf” kali ini hampir membuatku menitikkan air mata. Tetapi sanggup untukkku tahan karena aku sudah bosan menangisi bagas untuk kesekian kalinya.

“hanya itu?”

Tak ada jawaban dari bagas.

“aku ke temen-temen dulu ya” lanjutku ingin segera beranjak meninggalkannya.

“tunggu” cegahnya seraya menarik tanganku.

Romantis. Ya, jika ini terjadi 3 tahun silam. Sekarang? Terasa datar, hambar.

“apa lagi sih gas” kataku agak kehilangan kesabaran.

“kamu marah?” pertanyaan bagas terdengar sangat lemah.

“marah? Kenapa aku harus marah? Eh maaf, aku kebelet pipis. Duluan ya” ucapku untuk segera mengakhiri obrolan tak berujung ini.

Aku beranjak. tampak berpendar penyesalan di sudut-sudut muka bagas. ada suatu beban yang belum mampu terucap tadi. Entahlah, bagas tetaplah bagas. Bagas tetaplah menjadi orang yang selalu membuatku kecewa. Bagas ... sudahlah.

Aku kembali ke teman-teman IX G yang lain. Tak seberapa lama bags menyusul. Aku takut ia tahu kedokku untuk menghindarinya tadi terbongkar. Tetapi untunglah bagas tak setega itu. Setidaknya ia masih bersedia menjaga image ku dihadapan teman-teman.

“gas, katanya kamu mau ngomong sesuatu di hadapan temen-temen, ayo buruaannn” kata nia, salah seorang teman yang memang cukup dekat dengan bagas.

“a.. a..” kata bagas terbata-bata. Seperti menyembunyikan sesuatu.

“Udah ngomong ajaa” desak Rizky, orang paling bijak di kelas ini.

Bagas menghela nafas panjang, ia segera mulai kata-katanya “ini untuk seseorang yang hadir disini” ucapannya membuat hampir seluruh penghuni kelas menjadi kepo.

“dia adalah orang paling tulus yang pernah hadir di hidup aku” lanjutnya “ aku tau dia menyimpan perasaan padaku sejak 3 tahun yang lalu”

Deg, jantungku bagai dihantam batu tajam. Bagai dikomando pun teman-teman yang lain serempak menghadap ke arah ku. Oke, memang kuakui yang dikatakan bagas benar adanya. Tapi bagaimana dia tahu perasaanku. Aku tak sehebat itu bisa mengatakan perasaanku kepada sembarang orang. Terutama bagi orang itu sendiri. Itu sama sekali bukan tipeku. Aku sangat pandai menyimpan perasaan, dan tentu hal itu masih berlaku hingga sekarang.

“memang dia tidak pernah mengatakannya, tak ada yang memberitahuku pula tentang hal ini” bagas menghela nafas, aku semakin merasa dipojokkan “tapi aku tahu, aku sangat tahu itu. Kami sangat dekat dan tidak sulit membaca setiap gerak-geriknya”

Astaga, rencana bagas macam apa ini. Bantu aku keluar dari zona memalukan ini Tuhan ...

“aku sadar aku sering menyakitinya, membuatnya kecewa ...” bagas tersenyum kecil, kali ini dia memandangku sejenak lalu kembali berpaling “mungkin rasa cemburunya saat melihatku bersama cewek lain mampu ia tutupi. Tapi ... tapi tidak dengan matanya. Cintanya yang tulus membuatnya tak mampu menghindar. Ia tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya itu”

Aku semakin tertarik mendengar opini tentangku darinya. Aku ingin tahu perasaannya yang sesungguhnya sekarang.

“tapi, waktu 3 tahun ini membuat ku belajar. Waktu yang membatku sadar akan sesuatu yang dulu tak pernah ku sangka-sangka. Waktu yang ... menuntunku ke hati yang benar”
Hati? Apa maksudnya ...

“6 bulan sudah aku menjomblo, tentu bukan karena aku tak laku. Tapi aku sedang menunggu, menunggu orang yang benar-benar tulus mencintaiku. Dan kini aku sudah tahu, terimakasih kalian membuat kami bisa bertemu” bagas tersenyum semanis-manisnya. Senyum itu yang membuatku terpesona hingga sekarang. Akhirnya aku masih bisa melihat senyum termanis itu Tuhan. Terimakasih :)

Kata-kata terakhir bagas disambut tepuk tangan haru teman yang lain. Mereka tentu menerka-nerka apa yang akan bagas lakukan setelah ini. Mereka pasti yakin orang yang dimaksudnya adalah aku. Aku pun demikian. Semoga kali ini ia tak membuatku kecewa. Pantai ini saksinya. Saksi atas segala peristiwa yang terjdi baru saja.


--------------------
yang terlewatkan #2...

yang terlewatkan bag#2

yang terlewatkan #1
-----------------

Sunset di pantai ini telah berlalu. Pulang, ya itulah sesuatu yang sedari tadi kami tunggu. Dengan riang kami pun kembali dengan rombongan yang segera bertolak ke SMP N 6 tercinta. SMP kita bersama. SMP yang menyimpan sejuta cerita , tawa dan air mata.

Sesampainya di gerbang depan, bagas langsung menghampiriku. Agak sedikit mengherankan memang. Tapi kucoba mengasai diri setenang mungkin.

“shill, kamu pulang naik apa?” tanyanya penuh perhatian.

“gak tau nih. Papa dari tak gak bales sms aku” ucapku.

“bareng aku aja yuk” ajaknya. Benar-benar membuatku terkejut. Sejak kapan bagas berubah menjadi semanis ini. Sejak kapan ia peduli denganku. Apa sejak pernyataannya di pantai tadi? . orang yang aneh, batinku.

“ehmm, tapi pulangnya entaran aja ya. Nunggu teman yang lain dijemput dulu, kan kasihan” jawabku setengah menolak. Aku masih berharap papa atau siapapun ada yang menjemputku. Jadi tak ada alasan untukku pulang bersama bagas. Ya, aku berharap.

“iya dong, biasanya juga gitu kan” ucapnya diikuti kekehan. Dengan senyum yang mengembang ia percepat langkah dan kembali jauh dari tempatku berada. Syukurlah ...

Menit demi menit berlalu. Kini koridor utama SMP 6 telah sepi penghuni. Hanya tinggal 7 orang yang tersisa, dengan 3 motor yang masih tenang terparkir. Hanya nia yang masih menunggu jemputan. Sedangkan 5 yang lain sudah siap dengan motor yang siap membawa masing-msasing mereeka pulang. Sedangkanku, masih bimbang. Jujur aku masih ingin dijemput entah oleh siapa. tetapi kalau pun tidak, bagas telah siap dan berjanji mengantarku pulang. Aku hanya menanti keajaiban.

Tak lama ada seorang pria seumuran kita datang dengan motor matic putihnya. Awalnya aku mengira itu yang akan menjemput nia tapi ternyata ...

Hp ku berdering, kuangkat  panggilan masuk tersebut. Dari Dias rupanya.

“assalamu alaikum” sapaku.

“wa alaikum salam” sapa orang diseberang telepon.

“Aku sudah diluar gerbang nih. Kamu udah sampai di spesix kan?” katanya agak tergesa.

Spesix adalah sebutan gaul bagi SMP Negeri 6 Semarang, yang sangat familier bagi kalangan siswa maupun khalayak umum lainnya.

“beneran?” untuk memastikan, kupandang kearah luar gerbang. Obrolanku ini ternyata menyedot perhatian teman yang lain. Mereka dengan seksama memperhatikan setiap kata yang terlontar dari mulutku. Namun, tidak untuk bagas. Ia tetap asyik dengan androidnya tanpa sedikit pun mau menoleh ke arahku.

“iya, kamu di sebelah mana?” tanyanya sedikit khawatir.

Aku ingin menangis terharu, ternyata ada orang yang benar-benar tulus dan peduli denganku. Terbesit sedikit penyesalan saat ku menatap kearah bagas. Ah lagi-lagi bagas kenapa dulu aku begitu mengharapkannya. Padahal jelas tak ada sedikitpun hatinya untukku. Tapi ya sudahlah, tanpa bagas mungkin saat ini aku belum mengenal cinta.

“oke, tunggu sebentar ya” kututup telepon.

Seketika teman yang lain bersorak menggoda. “cieeee” ucap mereka kompak.

“apaan sih?” ucapku malu-malu.

“cieee shilla udah punya pacar” goda nia.

Aku semakin malu dibuatnya. Bagas? Kurasa dia biasa saja. Syukurlah ...

Tiba-tiba bibir ini berucap, “daripada nunggu orang yang gak merasa ditunggu” aku berkata tanpa sadar. bagas pun bagai dibangunkan dari mimpinya langsung tersedak dan menoleh ke arahku “borosss” lanjutku tanpa memperdulikan tatapan matanya. Kali ini dengan nada sedikit menyindir.

Kata-kataku ini direspon dengan kekehan sebagian teman. Sebagian lagi tampak lebih memperdulikan bagas yang kusindir terang-terangan. Sedangkan bagas, masih tetap stay cool walaupun raut muka gonduknya masih sangat terpampang nyata.

“teman-teman, aku duluan ya” ucapku sangat bersemangat.

Kuraih tas dan aku segera berlalu. Baru beberapa langkah menuju gerbang aku kembali. Nampaknya Ada sesuatu yang masih mengganjal.

“kok balik lagi shill?” tanya rizky keheranan.

“ummm, bagas maaf ya gak bisa pulang bareng” ucapku sedikit kaku. Tak ada respon. Aku menyesal mengucap kata ini, sungguh. Buang-buang waktu saja, batinku.

Aku segera menghampiri dias dan naik ke atas motornya. Ada sebagian teman yang menyaksikan kami. Kubalas senyuman dari jauh. Sedangkan dias yang mukanya tertutup slayer dan helm pun turut serta mengangguk. Ternyata dias lebih punya etika daripada ... stop! Aku tak punya hak membandingkan keduanya. Maksudku dias dan bagas.


---------------------
yang terlewatkan #3

Ratna, stalker dulu kini dan nanti~

Stalker, yaps itu yang sangat dibutuhkan bagi ke-famous-an sebuah blog. Oh ya, ngomong2 soal stalker aku mau say thanks dulu nih. Untuk siapa? ya pasti buat stalker blog ini lah ckck, emang ada? Hmmh diam à Stay cool à Madep mburi à Nangis. Miris.

Dulu kelas 9, di tahun kebangkitan untukku nge-blog. Tahun comeback ku. Dan pasti tahun dimana orang paling terpopuler di blog ini benar-benar cetar dan merajai seluruh posting dalam blog. Di tahun itu, sekitar sejuta dua juta tiga juta ... eh salah. 2 deng, iya 2 stalker yang benar-benar terpampang nyata begitu rajin mengunjungi  blog ku, membaca postingnya dan mengkaji setiap makna tersirat didalamnya. Wow unbeatable you! *serasa anisa chibi*

Ya, dialah ratna dan siwi. Kedua sejoli dalam bangku yang sama itu benar-benar  membangkitkan semangatku. Semangat untuk nge-blog, mencurahkan segala isi perasaan dan tentu saja mereka pun turut semangat, semangat untuk bisa membully ku *eh.

Selain mereka ada lagi loohh yang mengaku pernah mengestalk ku yaitu dina, si pemilik blog http://dinaterus.blogspot.com . semoga aja masih setia mengestalk ku wkwkw

Sepertinya latifa juga. Blognya ... gak usah ya susah namanya :-p

Mas anjas, sepertinya sih dia udah gak aktif nge-blog, entahlah. Ini nih blognya http://just-unjust.blogspot.com

Rizka, yang masih beberapa kali. Dan masih buaannyaaakkk lagi *sok famous* haha

Seperti janjiku pada salah satu stalker diatas. Aku mau mewujudkan janji itu. Janji adalah utang. Utang harus dibayar. Gak lucu kan kalo saat di akhirat si orang ini menagihku membuatkan posting untuknya. Masak iya di akhirat bisa bawa laptop. Emang di akhirat ada wi-fi ya? *jeru*

Ratna. Ya, ratna. Siapa sih yang gak kenal dia? Apakah Ibuku? Jo jo Ibumu? Emang. *maksudte opo jal?*
Cewek yang berulang tahun selisih 9 hari denganku ini memang sangat manis. Sangat ramah dan tentu saja pintar. Dialah teman terbaik bagiku di kelas 9, nek ini beneran, aku gak peres. Kenapa dia yang terbaik? Lihatlah teman-teman cewekku di kelas 9. Adakah yang dekat denganku melebihi dekatku dengan ratna? Teman sebangkuku? Tidak, tidak. Entah ya bagi ratna aku teman apaan. Aku gak berharap jadi temannya yang spesial ^ciee, karna aku tahu yang spesial baginya itu pisnuu. Ciee. Hmmh Palingan juga dia nganggep aku teman tipis? Bosok? Suwek? Elek? Entahlah *herlina style.

Selain itu yang membuatku senang hati menjadikanya teman terbaik itu karena dia dengan setia mengestalk blog-ku. Dan dia pun juga yang paling sering menunggu post-post terbaruku. Terimakasih ratna, sembah ndhiseekk! *venera style*

Dia ini anak tweet looh pemirsahh. Liat aja noh twitternya, gak pernah sepi. Meri aku wkwk. Yuk cuss silahkan di follow à@Ratna Zulfikar , yang ini juga yaahh @khurniaaa . hatur nuwun ;-)

Satu lagi yang membuatku terkagum-kagum dengan sosoknya. Dia ini orangnya care, care sama semua orang. yang ia kenal, tentu saja. Mosok iyo mbek wong rak kenal. Lha po mbledoss.

Mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya dimana sekolahnya? Eitts, bukan perdana bukan swadaya. Melainkan SMK dua. Yaps, SMK ternama di Kota Semarang yang luar biasa pamornya itu. Selamat^. Jurusan? Tentu bukan TITL, gak mungkin juga alat berat. Lalu? Ipa? Ips? Tentu saja bukan. Kimia industri? Pliss yaaa. Hmmh berhubungan dengan ekonomi? Yaya. Banyak ngitung? Bisa jadi. Ilmu terapan? Tidak, tidak, eh ya,ya. Akutansi? Yaaaa. tepat. 2 juta rupiah menanti anda. Sangar to? Sangar, aku wae nek ngitung mesti mules. Yo rak boss!

Bagiku perbadaan ratna dengan orang terpopuler di blog ini itu tipis. Tipis sekali. Kok bisa? Apakah mereka mirip? Orak to jhooonnn-,-. Apakah sama sama pecinta barca? Mbohya. Apakah mereka tinggal satu atap? Eh, kuwe ndak yo tau dijotos? Njajal po! :@ #abaikan.

Tanpa salah satu dari mereka, blog ini pasti lenyap. Mereka saling melengkapi gan. Coba deh bayangin, masa-masa di awal aku comeback. Kalian tahu apa yang membuatku tak kehabisan inspirasi untuk nge post? Yaps, orang paling populer di blog ini. Siapa lagi cobak kalo bukan dia—“

Lalu, jika tanpa tanggapan. Tanpa respon. Apakah semangat itu masih membara? Rak rak, rak mungkin. Oke, kesimpulannya dengan adanya ratna. dan tentu saja untuk hal ini siwi juga, aku merasa berharga. Blog ku merasa ada aji-nya. Postingku pun serasa ada ngeh-nya. Gak sia-sia semata. Jal wes bayangno, aku ngrasake, nulis terus moco dewe tanpa ada orang lain yang turut langsung terjun ke lapangan untuk ikut membaca. Po rak nggonduk? Nggonduk to? Banget! *bu susi style*.

Oke, jadi intinya ... orang paling terpopuler di blog ini lah fondasi dari semangatku, blog ku. Tapi ratna, dan para stalker lain yang berperan sebagai tiang. Tiang yang terus menjaga akan semangat dan fondasi itu tetap tegak dan tanpa retak.

Sebagai reward aku bakal ngasil gelar nih sama ratna #jengjeng . apa cobak? Apa hayoo? Hmmh, kalo si itu kan orang paling poluler di blog ini. Kalo ratna ,,, tentu gak jauh jauh dari situ lah yaww .. tarik napaaassss, heembuskaaannnn !!!

Ratna àstalker paling populer di blog ini^^
Uyeeee,, gimana? Keren kan gan? Wkwk
Lip ya! Wis pokoke lip! *tok tok tok*

Sebelum ku pungkasi posting nazar ini. Aku mau say sorry dulu bagi orang yang paling sering kusebut di post kali ini. Ya, ratna. Yomesti. maaf ya rat, jika postingnya jelek. Mungkin gak sebagus dari yang kamu harapkan. Dan maaf juga jika post ini lama bukan main tercipta. Aku ingat, janjiku itu post jadi setelah UKK. Tapi ini? Yaudahlah, tau sendiri kan gimana padetnya jadwalku *uut foyaa*. Duhh, pokoke minta maaf. Jika dari segi isi menurutmu ada yang keberatan atau terlalu lancang atau gimana gitu. Ngomong aja, tak ubah wes. Tapi nunggu bar bodo yaa wkwk *blog karet*.

Maaf, dan ditunggu responnya.
Makasih ratna, terus jadi stalker ku yaahh
tetep terus stalker blog ini.
Jadilah stalker dulu kini dan nanti~

Lavvv yuuu kakak^^

akhirnya aku menyerah~

banyak lagu-lagu yang mengandung pesan agar kita jangan menyerah. Banyak pula puisi, cerpen karya sang maestro tulis menginspirasi kita supaya jauh-jauh dari yang namanya menyerah. Tak hanya karya manusia modern, larangan menyerah pun juga tertuang dalam Al-qur’an dan al hadist yang tentu saja wajib kita penuhi.

Tapi tidak untuk sekarang, tepatnya untuk hal yang satu ini. Sesuatu yang benar-benar memaksaku untuk menyerah. Sesuatu yang benar-benar membuatku engaahhh dan ya sudahlah aku sudah menyerah. Oke, bai
Bukan, ini bukan rangkaian kata untuk orang terpopuler di blog ini. Bukan pula untuk passion-passion yang setia menantiku untuk segera menjemputnya. Tapi ini tentang ... *horor* ... PALSU !

Lagilagi aku menulis tentang palsu. Karena memang dunia ini penuh kepalsuan. Entah teori ini hanya pandangan orang melankolis atau memang seluruh dunia mengakuinya. Intinya, inilah, inilah dunia yang telah dihuni manusia sejak ratusan ribu tahun yang lalu, inilah dunia yang 16 tahun sudah aku menempatinya, Ya, inilah dunia kita. Dunia PALSU.

Menyerah = kalah

Oke fine, aku memang kalah. Kepalsuan yang membuatku selalu salah dan aku memang salah memilih kalian sebagai saudaraahhh *ehh

Dan terimakasih untuk semuanya. Setidaknya untuk beberapa rangkaian pendidikan yang telah kita lewati bersama-sama. Untuk setahun kebersamaan kita. Untuk air mata, keringat dan kelelahan yang kita lalui dengan penuh rasa hormat. Terimakasih, terimakasih saudara. Kalian yang dulu menguatkanku, tapi maaf sekarang aku menyerah. Semangat ! tanpaku pasti kalian jauh lebih baik. Karena, kalian luar biasa. Sedangkanku, harus binasa. *stay cool*

Memang, sedikit penyesalan mengganjal kalbuku. Gimana tidak? Tinggal selangkah lagi, ya selangkah lagi aku bisa menghirup udara bebas dan bisa merasakan jadi senior yang bisa sekenanya menindas. Tapi, semua impian itu sirna. Selamanya aku hanya bisa jadi junior yang tak diperkenankan berbuat cerdas. Cuma bisa hadir saat pemanasan dan saat keramas masal *po hubunganee*. Ini semua karena egoku, karena palsumu dan karena ridho orang tuaku. Memang, aku mengaku bahwa aku mengakhiri semua ini karena terganjal restu orang tua. Itu memang betul tapi itu sebab ke sekian ribu. Itu hanyalah kedokku sebagai pembungkus pengakuan PALSU. Karena sebenarnya sebab yang utama dan pertama adalah egoku dan palsumu. MUDENG? Orak? Tekok guru les mu nduk .__.

Dari 4 rangkaian pendidikan mutlak. Aku sudah melewati 3 diataranya. Dan benar-benar membuat tubuh dan perasaannku remuk tak karuan. Batin dan lahirku bobrok wis to saestu. Oke, sebagai jalan pintas kuakhiri semuanya. Entah cacian nanti yang akan kuterima seperti apa. Intine aku wis merdeka. aku iso melewati holiday ku sementhul”nya. Aku wis melbu ipaaa *balang peta*

Doaku satu : mugo2 rak sekelas mbek saudara. Siapapun itu. Opo meneh saudara PALSU !!! tapi, tataki toya! Paling dikon mlaku mbolak mbalik smanda-kedung mundhu *ngelingi mbiyen*


Sekian. Jaga rahasia ini baik2 ya. Jangan sampai tahu saudara palsu. Oke, love youuu :*

Gladi Widya Satya Hannung Mahardika II

Mungkin kalian bertanya-tanya. Apa maksud judul penuh misteri diatas. Oke, seperti nama anak ya. Eittss tapi tentu itu bukan anakku. Anakku masih sekolah noohh *gagal move on* atau kalian berfikiran seperti nama raja. Seperti Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Apik kaann sama-sama ada angka romawi di belakang nama. Gawe ah, Khurnia Tri Utami XIV. Apik ee nduk—“. Tapi itu masih salah. Sini-sini ikut aku, lumayan nambah wawasan. Hihi :3

Gladi ... Mahardika , itu ... sori disingkat. Salahe dowo* nama ... , kota? Rak mungkin. Hewan? Pliss yaa. Negara? Tidak tidak. Cantik? Bisa jadi bisa jadi. Abaikan ! abaikan semua kata2 diatas. Gladi Widya Satya Hannung Mahardika II adalah ... lomba. Lomba 17 an? Peso mana peso--_”. Udah langsung aja lah, itu adalah lomba untuk pramuka penegak yang diadakan oleh Kwarcab Kota Semarang. Dan tentu lombanya tingkat kota, kota semarang pastinya. Tahun Ini adalah kali kedua lomba ini diadain lho gaayyyss. Dan lomba yang baru lewat seminggu yang lalu ini bertempat di gedung III IAIN Walisongo. Ngaliyan tepatnya. Wow jauhhh yaa *nyegat becak*

Aku mau nyeritain di sesi persiapannya dulu yaa. Ini adalah lomba paling sesuatu, ya bagiku. Persiapan Cuma seminggu. Emang dasar suratnya datangnya telat juga karena kepancal ukk juga. Okelah kita latihan seadanya. Ngenesnya lagi, alumni banyak yang gak peduli tapi untung aja masih ada segelintir yang care. Tur nuwun ya mbak mas *sok akrab*. Langsung ke action nya aja ya. Karena jujur kalo soal persiapan terutama persiapan diri aku pribadi itu ngisin2i. Wis to yakin aku wae isin og apalagi untuk khalayak umum seperti sampeyan sampeyan. Yo rak boss!

Pertama, terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya untuk kita dapat mengikuti lomba yang kali pertama kita ikuti ini. Serta untuk seluruh manusia yang terlibat di dalamnya. Pamer sitik yaa! Ehem. Alhamdulillah SMA N 2 Semarang dapat pulang dengan membawa 9 piala termasuk didalamnya piala juara umum dan piala untuk sangga putri tergiat. FYI aja nih peserta nya sitik tok, jadi yoo ojo terlalu seneng nduk iso dadi juara umum. Eh eh tapi tetep bangga deng akakak *sak jane isin*. Dan sayang banget smanda Cuma mengirim 2 sangga putri. Sangga putra nya nothing, yaudahlah udah kelewat juga kaann-__-

Ada pelajaran yang kudapat dari lomba ini. Bukan pelajaran fisika maupun kimia. Tapi ini pelajaran moral yang belum tentu bisa kudapatkan di tempat lain. Ya, kini aku menyadari betapa penting dan berartinya doa orang tua. Memang selama ini aku pun tahu bahwa doa orang tua itu sangat sesuatu dibandingkan doa orang lainnya. Tapi, kini benar-benar terpampang nyata pernyataan itu benar adanya dan aku sendiri pun merasakannya. Tenan wis saestu. Mungkin tanpa do’a mereka, kedua tropi yang kudapatkan dari hasil kolaborasiku bersama dhani dan sukma tak bakal didapat. Ya, diatas kertas memang kami telah kalah. Tapi ...

Kenapa demikian? Gini aja wes, jika dinalar latihan seminggu untuk sebuah lomba sekelas GWSHM ki rak masuk akal. Intuk opo jal? Lhawong lomba futsal tingkat sekolah wae latihan nganti berbulan-bulan og *ngarang*. Secara pribadi pun aku rak yakin. Bayangno, kita udah dibagi2 lombanya. Oke, kita latihan sesuai lomba masing-masing. Tapi seiring berjalannya hari, kita menemukan keganjalan. Jadwalnya natap-natap. Oke, kita ubah-ubah lagi lombanya, dan nyarisnya berubah parah. Aku yang awalnya dapet lomba LCT+Scouting Skill harus siap gak siap ganti lomba jadi LCT dan TTG. Sumpah, ini bener-bener ... ahh pokoke ngono lah. Kalian tau kan? Gimana public speaking ku? Parah, persentasi didepan temen-temen wae rak ono sing ngrungoke po meneh jurine mengko. Wis to, aku Cuma bisa pasrah. Untunglah aku di duetkan dengan Dhani. Teman yang bagiku lebih alay dan polos dariku tapi cukup menjadi teman yang bisa membangkitkan semangat dan memunculkan benih harapaan. Kata demi kata dalam makalah kami seleksi satu-satu, Maklumlah copas wkwk. Cara pembuatan alat pun kami resapi step demi step. Tentu dengan bumbu tekad yang sebenarnya kunci dari sebuah semangat itu sendiri. Eitts gak cukup sampai disitu, ini pengalaman kita ikut lomba TTG. Dan lomba pertamaku yang membutuhkan skill public speaking. Eh eh tapi ada mindset yang menguatkanku, cekidot! Allah SWT kan memberiku mulut sejak aku dilahirkan, sejak bayi pun aku sudah berlatih berbicara dan sampai sekarang pun setiap waktu aku berkomunikasi dengan bicara, mosok iyo ngomong 5 menit wae aku rak iso. Kan tinggal belajar makalah, dipahami dan menggunakan kata-kata yang tepat saat persentasi. Dah ngono tok? Bar kan. Eh eh omonganmu! Rak segampang kuwi yo. Sing paling berperan ki mental yo. Mboh latihan nganti jungkel2 pun nek mentale tempe tetep wae diidak sitik mblenyek *apaan kuwi*. Okelah, kuserahkan semua kepada Allah SWT. Aku sudah melakukan yang seharusnya ku lakukan, masalah berhasil atau tidak itu kuasanya. Oke brohhh

Pasrah bukan berati aku diam saja. Terdengar bisikan, MOVEE KHURR MOVEE dari dalam kalbuku *nek iki ngapusi*. Oke, gak mungkin aku stagnan disini. Ini lomba bro, gawe opo kemampuanku tetep nek melu lomba. Mubadzir tenagaku nduk. Alhasil, 2-1 hari sebelum hari H aku benar-benar berlatih suara. Bukan, bukan untuk olah vokal dan duet bersama bagas yang kumaksud. Tapi ngomong, ngomong dengan EYD yang tepat dan mimik meyakinkan di hadapan juri serta khalayak umum. Ya, abot sih. Tapi rela bagi-bagi? *edan*

Alhamdulillah dengan berbekal tawa dari alumni dan senior saat aku dan dhani berlatih persentasi di hadapan mereka. Aku berhasil membuktikan. Dengan alat sederhana, kecil dan tanpa teknologi. Sebuah pot berbentuk tunas kelapa dari stocking yang berhias manik-manik aku telah menciptakan sejarah. LAY! Benar kok, aku maksudku kami, aku dan dhani berhasil menyabet juara ketiga dalam lomba yang benar-benar bagi kami sesuatu yang baru. Terima kasih Allah. *sujud syukur*

Selanjutnya, di lomba LCT. Ini merupakan lomba keduaku di bidang ini. Sebelumnya, lagasakti telah menghantarkanku menjadi juara 2 dibidang ini. Bersama dhani dan mbak yanis tentu saja. Tapi, kejayaan di lagasakti hampir saja tertutup oleh realita bahwa latihan di lomba kali ini hanya seminggu. Berkali-kali lebih singkat dari persiapan lagasakti yang suwine puoolll. Oke, tambahan aja lagasakti ini bisa dibilang lomba modus bagiku. Kesenengannya ++, disamping kesenangan lomba pada umumnya, lomba ini juga yang mempertemukanku dengan alif selain itu juga membuatku bisa bermalam di SMA N 5 Semarang kawan. Sangar po rak, cah smala wae rung tentu iso nginep. B-) *kipas-kipas*

Persiapan lomba LCT ini bisa dibilang lebih indah dari TTG. Aku tinggal mengulas yang dulu pernah ku pelajari mati-matian saat lomba perdana lagasakti. Okee, semoga hasilnya pun seindah latihannya kawan. Semoga.

Saat babak kualifikasi, masing-masing dari kita mengerjakan soal tertulis yang sama antara satu dan yang lain. Tapi, benar-benar diluar ekspetasi. Boden powell yang kita kira bakal keluar bejibun di soal ternyata hanya 1 atau 2 saja. Mbangeti. Kau tahu? Soale rata-rata PU. Buseettt dah, aku rak cah suara merdeka pak buukkk. ben urusan tak garap engger, rak mudeng jhoonn.

Skip. alhamdulillah, kedua sangga Tribhuana Tunggadewi (baca:sanggaku) lolos ke babak 3 besar. Dengan satu lagi saingan yaitu sangga Mohammad Hatta dari SMK N 2 Semarang. SMK ne mbakku jhoonn, yakin nek kalah mesti aku di bully. Hmmh belum tau siapa saya *ndelok bang napi*

Ada yang berbeda di babak final ini. Yaps, tidak ada bel. Sebagai gantinya, sebelum menjawab pertanyaan kita harus melakukan serentetan tantangan. Antaranya : makan pisang, makan telur asin, minum aqua gelas full, makan tomat mentah, ngitung beras, niup balon sampe meletus, memasukan korek ke tempatnya, makan roti, memasukan jarum ke benang dan sg paling nggondukke ki nggolek semut hidup. Gimana? Konyol kan tantangane. Siapa yang paling cepat, itu yang diberi kesempatan menjawab. Oke, rak sah dipiker. Ndak mumet.

Dari sekian tantangan itu, aku kebagian ngitung beras, makan roti, memasukkan jarum ke benang dan golek semut (bagi yg ini semua). Ngitung beras? Aku berhasil. Aku tercepat dari yang lain. Makan roti? Saestu seret banget, pas wis bar lomba aku lagek sadar nek mangan rotiku koyok wong kesurupan, nggilani. Kalah sisan, jan apes tenan. Memasukkan jarum ke benang? Nek iki aku nggonduk, aku malah memasukkan benang ke jarum. Ngisin-ngisini to nduk, ncen og. Golek semut? Iso to jhon, pertama malah. Tapi semute tekan juri mati. Podo wae ngonduk. Kon golek neh to aku. Hoho, unforgettable experience.


Sekali lagi alhamdulillah, aku menang. Gak tanggung-tanggung aku juara siji lhoo cah. Tralala~, oh ya juara 2 nya itu masih satu rekan yaitu sangga tribhuana tuggadewi 2 dan yang juara 3 nya SMK N 2. Okelah, selamat semuaaaa. Love,love untuk pengalamannya yaapppsss.

Jumat, 14 Juni 2013

DAFTAR X1 , bukan PALSU lhoo wkwk

1. Adi Widyo Omar Abdalla
2. Ahmad Anwar
3. Andina Permata Sari
4. Anju Nurul Arifin
5. Atiqotul Muna
6. Cantassa Injilia Doubaty
7. Detania Intan Kharisma
8. Dewangga Ahmad Putra Sadry
9. Eko Cahyo Fatristanto
10. Endiyana Pratiwi
11. Fauziah Nurrahmaningsih
12. Galeh Setiyawan Sakuntala
13. Herlina Vega Rustanti
14. KHURNIA TRI UTAMI :* ({})
15. Latifa Rachmawati
16. Loretta Adela Sari
17. Mohammad Fajri Kurnia Rahman
18. Muhammad Fakri Aziz
19. Myra Shafira Priyadani
20. Nita Amalia Putri
21. Novi Bintari
22. Nydia Khairunnisa
23. Pebrina Donna Izzaqi
24. Prayoga Priastama
25. Randana Hafidh Pratama
26. Reydha Pulpy Mayo
27. RIZKA PUSPITASARI
28. Sefi Lili Amelia
29. Sukma Sekar Arumsari
30. Thea Liony Triasno
31. Vichi Andrean Putra
32. Yunanto Anggoro Jati

P.A.L.S.U !

aku : sumpah ya, kalian itu maniiisssss banget! saestu, kalian perfect, kalian strong, kalian luaaarrrr biiaassssaaaa !!! tapi, itu palsu! , ya, palsu. kita bersama hampir setahun. tapi, entah kenapa ... ahh entahlah eman-eman blog ku nek tak gawe nyeritake kalian. iwwhhh-_- , kalian ingat? daftar nama saudaraku yang pernah ku posting tempo bulan. kalian tau? itu harusnya bukan daftar saudara, tapi daftar rakyat palsu smanda. oke, kalian tau kan maksudku itu apa, dan plis jaga rahasia ini baik2 ya, jangan sampai si raja singa tau *eeh.
saudara itu aku, saudara itu kamu. yang gak ada di kamu, ada di aku. tapi ini gak berlaku bagi saudara yang buaannnyyaakkk itu. mungkin pepatah yang pantas lebih ke ... saudara unyu, yang ada di kamu itu gak ada di aku. berarti ... yaudahlah aku takut dosa. lanjut ke rizka aja ya ...

cekidot!

rizka : palsu ??? apa itu ??? mungkin sebenarnya aku mengetahuinya, tapi ???? aku kan juga harus sama kayak kalian juga dong !!! aku ikutan palsu aja ahhhh *jengjeng... oke fine, kita putus !!! *apa hubungannya coba ??
ayo lanjut membahas kepalsuan ya. okey kalo kalian palsu kenapa aku enggak ? mungkin kata-kata saudara itu muncul sebagai penghibur kesengsaraan belaka.. pliss deh ya, kalo emang bukan saudara ya bilang aja bukan, kenapa harus palsu ?? di depan si itu lho itu harus palsu belaga saudara, padahal !!! heeemm, di belakang nya aja gmana tu, menyapa kah ? *diragukan. woooo, ternyata oh ternyata..
udahlah, intinya 1 hal.. KALIAN SEMUA PALSU !!! *eithss kecuali aku dan khurnia..

2 minggu telah berlalu~

hai pemirsaahhh
aku membawa kabar excited nih.
denger yaaa
sebelumnya makasih dulu buat intan yang udah ngerelain laptop dan modemnya untukku mengutek2 blog ini, terus dina juga yang telah membantuku sedikit mengurangi ke-alay-an blog nan penuh maksiat ini, selain itu buat fauziah, rizka dan seluruh teman-teman di kelas yang mendukungku dalam menguwek2 blog ini. thanks all, loveyouu muahh:*
ngomong" 2 minggu, rasanya masih nyesek aja gays. kenapa? huuhhh akhirnya aku bisa menceraikan buku yang selama ini menjerat nadiku.
eh udah dulu ya, mau nonton film nih. pumpung klasmit, hehe :D
so, see you bai bai *_*

Jumat, 07 Juni 2013

Tragedi akhir mei~

akhir mei 2013 haruslah menjadi momen yang paling indah untukku.
harusnya :'(
apa daya tuhan belum mengijinkan untuk itu.
okeey, tuhan yang lebih tau yang ku butuhkan dan apa aja yang terbaik untukku.
kawan, kalian tau?
ya semoga saja kalian tahu.
tau passion ku?
harusnya, ya aku ingin sekali menjadi penulis teman.
entah penulis koran, penulis novel, penulis skenario atau penulis blog sekalipun.
intinya, penulis- impianku, passion ku,
aku hidup untuk menulis
dan aku menulis untuk hidup :))
akhir mei tahun ini ...
harusnya ya harusnya bagi aku tapi ternyata kurang tepat bagi Allah SWT.
hari itu harusnya aku mengirimkan naskah cerpen ku pada penerbit retakan kata untuk ikut perlombaan :(
kalian ingat?
proyek aku yang mengharuskan ku vakum pada blog ini?
ya, inilah proyeknya.
aku tau, memang kecil kemungkinan untukku menang.
tapi kalah jauh lebih baik ketimbang tanpa mencobanya.
kalian tau?
aku berharap banyak pada lomba itu.
memang hadiahnya menggiurkan.
tapi itu tidak sebanding pengalaman yang kudapatkan darinya.
aku berharap akan pengalaman, pengalaman yang membuatku belajar menuju gerbang impian.
tapi,
rob menghancurkan segalanya.
kalian tau?
rumahku ya, memang sarangnya rob.
tapi laptopku haruskah menjadi tumbalnya?
astaghfirullah aku nyaris dibuat kufur olehnya.
tapi, rob itu ...
rob itu memupuskan harapanku.
rob itu merusak impianku.
rob itu menghilangkan cerpen ku yang nyaris jadi dan siap kirim.
rob itu ...
benar benar PUCKKK!!!
naudzubillaaahhh , omonganku ya Allah ...
tapi saestu masih nyesek kalo aku mengingat kronologisnya.
saakkiiittt ,,,
aku telah menyakiti blog ini,
aku telah menyakiti impianku,
aku telah menyakiti diri aku sendiri ...
ya, mungkin lomba itu belum rejeki bagi aku.
okeeyy, positif think aja kawan
gak ada yang tahu kan besok bakalan apa yang terjadi.
kali aja besok aku dapet penghargaan Nobel dariku menulis blog ini.
siapa tau? hehe. tapi kejauhan amat yaakk wkwk.


ROOOOBBBB !!!
LIHAT MUKA SAYAA!!!
WAKTUMU SUDA HABISSS ROOOBBB !!
*khurnia wiguna subur ({})

antara bahasa inggris dan bahasa kalbu~

hai hai uut is comebaacckkk ...
eheh kalian tau?
alah pasti enggak-_-
aku tau loohh~ haha nampaknya aku sedikit mbledos
bentar bentar
mbledosku kali ini gak ada apa-apanya sama mbledos maha dahsyatku saat ukk bahasa inggris looh~~
kalian tau kenapa?
hoho something make me crazy kaakkaakkk|{}|
sekali lagi saat itu benar2 aku berada dalam puncak kembledosanku
bukan, bukan karena disuruh melunasi kas--"
bukan pula karena pak marwito yang kesandung didepan kelas.
duuhhh bukan itu bro coy sist gan :D
tau kan saat itu hujan?
lah tapi itu gak ada hubunganyaaa, plis:-/
ya tapi hujan itulah saksi kembledosanku selain ribuan kendaraan yang berlalu lalang di kawasan bundaran bubaan.
where is it?
hoho kalian gak perlu tahu. yang jelas bukan di hatiku ataupun di hati anakkkuuu~ *stay cool*
intinya :
saat itu aku ketemu orang paling terpopuler di blog ini.
oke, emang aku udah gak suka sama dia
tapi mencoba untuk tidak salting dihadapannya itu lebih berat dari aku nerocos panjang lebar di blog ini.
yakin deh, saestu.
eh kau tau?
dia tersenyum kepadakuuuu, gini nih senyumnya :) :')
eheh btw emotnya standar banget yaa ckck
tuhaannn,, lagi-lagi senyumnyaa lagi lagi senyum yang modelnya begituaann
duhhh dayatsu mana dayatsu!!!
skip.
dia ngomong sesuatu permisaaahhh
aku bingung, maklum seh isuk rodo rak konek tur meneh enak memandang wajahnya ketimbang mencerna kata-katanya yang sitik itu. rak cucok meennn,,, duh
mboh jenenge salting yo tak jar ke wae, de'e ngomong malah aku dadaaa, wow parah!
alhasil dayatsu kedung mundu menghancurkan mbledosku. dia mencuri si itu.
yasudahlah, apa daya hujan tak mampu menahanmu disini.
setidaknya aku masih bisa salting
itu berarti aku masih normal.
dan kamu, kamu masih seperti itu yang dulu.
walaupun ... ah sudahlah.
doakan bahasa inggrisku tuntas yaaa *loohh
loveyou pemirsaaaa,,, muahh:*

Rabu, 05 Juni 2013

kalo kalian gak mau dosa aku nambah, mending gausah deh baca ini. soalnya post ini cuma untuk kepentingan pamer dan nafsu belaka *apaan sih*. haha enggaklah. baca ya dan resapi setiap kalimatnya :) okee bray!
oh ya aku sekarang lagi ukk loh. memasuki hari ke 5/11 . wkk asik banget yaahh. iuh-_-
oke ya cekidot langsung ke inti kepameran nan penuh maksiatku ini... huuhh haaahhh!!! selamat menikmati :D
pertama-tama aku mengucap syukur dulu kepada Allah SWT, karena ukk ini aku mendapaatttt buaaannnyyyaaakkk sekali nikmat. maka dari itu akan kupamerkan sedikit disini haha. kamu tau gak yang tak maksud itu apaan?
enggak? ciyaaannn deh lu!
emmm soalnya gampang?
oh tentu tidak. dan pasti tak akan pernah :-/
emmm satu ruang dengan mas yayan?
zzzZZZZZzz , masih salah!
hmm jujur aku lebih suka ruang yang saat smt 1 dulu. kenapa? ya aku satu ruang sama anakku, kan lumayaannn hehe, ada mbak dora pula. kebayang gak sih gimana ribetnya si dora temen boots itu ngerjain ukk?--"
satu bangku sama deva?
pliss ! emang deva dari bali. tapi gak semua bali identik dengan deva kann!! oh dasar lay!
terus apa?
heemm kasih tau gak yaaawww :3
emm aku rak tego yo ngomonge ckck
sek sek
taris napaaasss!!! huuhhh!!! haaahhh!!!
gini-gini, serius ah!
kalian inget orang paling populer di blog ini?
yaya bener si itu.
lah ini itu masih ada hubungannya sama si itu.
dan si itu itu ... ahh isin aku.
piye ki, aku salting.
hust hust! udah ah si itu udah punya pacar, gausah ngarep deh yaa.
ah sek to, gaada hubungannya sama pacar. pliss yaa! aku juga gak urusan kok.
 toh pacarnya kan juga sepuluh satu.
walau sepuluh satu yang disana dan disini:'(
X-1 nya 2 dan 10 *waduuhhh malah kebongkar-=-
emm aku gak jadi pamer wis.
pamer itu dosa.
dosa itu temennya zina -,-
zina itu pelukis pasir
VINAAAA!!!
cukup sekian. ini posting jelek. jelek banget.
kasihan si itu kalo dirasani disini wkk
nyeritainnya si itu besok besok lagi aja yaa.
toh kalo soal si itu mah 50 tahun lagi juga gak bakal lupa.
LAY!
wkk, bai. see you:*

Jumat, 31 Mei 2013

maaf aku gak bisa sering-sering menghias blog ini
maaf juga aku gak pernah menemani atau bahkan jarang menanyai apa kabar blog ini
maaf, sekli lagi maaf
ini bukan rangkaian kalimat lay tanpa makna
ini juga bukan copas an kata-kata bak agung pujangga
ini cuma tulisan saya
tulisan anak yang nyaris saja menyerah
tulisan anak yang impiannya kini hilang antah berantah
tulisan anak yang ... ahh
terlalu parah jika diungkapkan didalam ranah
intinya,
maafkan aku blog
maafkan tuanmu yang nyaris meninggalkan kau hanya demi harapan yang cetah
maaf, sekali lagi maaf
aku disini masih berduka,
duka lahir batin maupun rasa
so, give me cherrss my blog!!
you are my everything{}
i love you blog :*
blogging and blogger ;o)