Minggu, 24 Juni 2012

antara aku Guntur dan KING

Aku benar-benar excited dengan film Indonesia yang satu ini. Ceritanya sesuatu banget apalagi itu mengambil latar belakang badminton yang memang notabene adalah sesuatu yang bisa dibilang gue banget. Emang sih gak munafik kalau salah satu cita2ku menyebutkan bahwa aku ingin jadi pemain bedminton tapi harus ngelirik realita dong mamen, tau sendiri kan lingkungan aku kayak gimana keluarga aku bagaimana dan akunya sendiri bagaimana (?)

Banyak lho pelajaran yang kita bisa dapatkan dari film ini, khususnya buat aku haha. Salah satunya yang paling penting dan mendasar adalah kenyataan tentang fenomena PB Djarum yang sampai saat ini pun masih aku idamkan. Karena Guntur (tokoh), aku pun bisa menyimpulkan betapa angkuhnya PB ternama tersebut  bagi orang2 awang seperti aku. Terima kasih Guntur J. Oh ya, ngomong2 enak kali ya jadi Guntur punya teman si krebo yang subhanallah baik banget rela2in daftar PB pake nama orang lain yang maksudnya buat membantu si guntur itu ckck, ayahnya Guntur juga so sweet lho kelihatanya cuek tapi hatinya begitu lembut dan penuh kasih sayang.
Aku inget banget kata2 di akhir film
Kurang lebih begini nih


“Bermain bulu tangkis adalah belajar menghargai lawan, pelatih dan penonton. Dan yang terpenting dari bermain bulu tangkis adalah belajar mengalahkan diri sendiri”

walaupun nasibku tak secerah Guntur tapi setidaknya kita pernah  mempunyai mimpi yang sama. They are our inspiration  – King & Moh.ahsan -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar