Minggu, 08 September 2013

mengajarkan sesuatu kepada orang banyak itu beribu kali lebih sulit dibanding belajar sesuatu dari banyak orang.

ya, itulah yang saat ini sedang ku alami. dan aku yakin tak hanya aku. banyak orang di luar sana mengiyakan kata-kata tersebut, jika ia memahami.
hari jum'at aku ber-methamorphosis. seakan jenuh menjadi murid, aku mencoba pengalaman baru. aku mencoba suatu hal yang sejatinya tak kuharapkan bertemu. ya, menjadi guru. aku sangat menghargai profesi itu. namun, untuk menjadi seorang guru, kurasa aku 'belum' mampu. aku tak cukup cakap mengajarkan ilmu dengan kasih yang syahdu. dengan hati yang ikhlas dan tak pernah palsu. dan sekali lagi, bukan aku. aku tak mampu.
menjadi guru walau hanya sekali dalam satu minggu mengajarkanku hal baru. banyak sekali, bahkan aku sendiri tak mampu jikalau harus menghitung. aku belajar menghargai dan dihargai orang lain. menerima segala pendapat dan masukkan tanpa menumbuhkan dendam.

disana aku tak hanya menjadi pengajar. namun, aku menjadi pelajar pula. kami disini sama-sama belajar. tanpa menggurui tetapi tetap menjunjung tinggi aspirasi. dengan ini aku semakin sadar dan tahu bagaimana sulitnya menjalani profesi sebagai guru- ya sebut saja pengajar. guru --> tak semudah menyampaikan hal baru, tak segampang berbicara dihadapan puluhan pasang mata. namun, ada hal lain yang lebih indah. tentu yang lebih sulit jika dijabarkan dalam kata-kata.
menerima apapun respon murid adalah salah satu plusminus seorang pengajar. murid memang tak selalu sejalan karakternya. tak sejalan pula respon mereka terhadap guru. apalagi guru amatir seperti saya, sulit bungg.
sebagian ada yang menghargai dan menganggap guru sebagai orang yang pantas diberi kehormatan yang lebih. ada pula yang cuek kepada guru tetapi sangat care dgn ilmu yang diberikan. eiittss tak hanya itu, ada yg mbedik dan bikin darah tinggi gurunya. ya namanya juga murid>,<

sekian,
guru
i love youu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar