Jumat, 01 Februari 2013

pramuka dalam cerita~


Salam pramuka!
Selamat pagi kakak, apa kabar?
Hadeh formal banget yakk ckckck
Pasti kalian hafal deh jenis sapaan apa yang begituan. Yup, pramuka. Posting kali ini aku akan mengulas sejimpit ajudan coklat2 yang menamakan dirinya pramuka itu.

Okee, cekidot kakak!

PRAMUKA. Praja Muda Karana. Sekedar intermezzo aja nih, apa sih menurut kalian pramuka itu?
Apakah ...
Ekstra paksaan? Ekstra alay? Ekstra kamseupay? Ekstra sok famous? Atau, ekstra gaji bulan ini? *abaikan*
Kalau bagi kalian ekstra paksaan, ada benernya juga kok. Kenapa? Ya karena memang hampir di setiap sekolah memaksakan anak didiknya untuk mengikuti ekstra yang satu ini. kenapa yaaa ... emmm. Tapi kalau kalian bilang pramuka itu ekstra alay, kamseupay, sok famous atau apalah itu. siap2 pulang tinggal nama! Mau selamat! Langkahi dulu mayat anda #miris

Stop! Inspirasi ku mendadak buntu pemirsa ! gimana ini *panik guling2*
Okee, stay cool. Huuhhh haaahhh
Sebagai gantinya aku bakal nyeritain perjalananku mendapat bet passion ambalan ini. tenang, berhubungan dengan pramuka kok. Setuju ya gan, oke cekidott!

Aku suka pramuka sejak SD. Tapi bukan berarti jalanku selalu mulus gan. Sulit bangeet meraih passionku yang satu itu. di SD aku lumayan aktif dalam ekstra yang satu ini, pramuka. Sempet juga sih ikut jambore kwartir sayung. Waktu kelas ... emmm kalo nggak 4 ya 5, au ah gelap. Tapi aku gak murni lolos begitu aja lho guys untuk dapet kursi yang satu ini. penuh perjuangan! Karena konon katanya aku kepilih juga karena kepaksa itupun aku harus berbangga mendapat predikat ‘cadangan’ `~lalala.

Tapi terjadi kecemburuan sosial disini. Kenapa? Ada 2 orang temenku yang Sebut saja namanya mawar *unjust style*, yang princess banget. Kenapa? Gini nih ceritanya, yang lain kan ikut seleksi berkali2 sampai aku hampir dinyatakan gak lolos dan akhirnya dicadangkan- its okay. Nah 2 temanku yang katanya unyu itu tiba2 nyumpel, melu tanpa ono tes apapun ig. Jal nyesek rak kuwi! Pantesan indonesia akeh korupsi lha wong seko SD wae praktekke wis merajalela ok #emosimbalelo. Saake toya sing kesisih gara2 gak lolos tes. Pasti pada update status *apaan sih*. Dan kasihan juga aku yang dicadangkan ditengah kehadiran mereka. huh nyebelin!

Dicadangkan tidak membuatku kapok waktu SMP. Yup, lagi-lagi aku mendaftar menjadi dewan galang pemirsa. Apes, apes banget aku gak kepilih saat itu. Puas kalian? Oke fine! *nangis mesek2*. Aku gagal tuh waktu test PBB. Oke, aku emang gak jago. Tapi bagaimanapun tetep nyesek tauk. Tahukah kalian? Yang menghalangi jalanku menuju kursi DG yaitu ... tetereteteet kakak seangkot sebatesku. Aku kenal lho padahal. Akrab, mungkin. Tega-teganya diaaa. Yaudahlah ya yang penting SMA kita gak sama, bisa-bisa mengko angkotku mbok bayari mbak *ups. Sori terlampau sengak!

SMA, lebih indah memang. Kenapa? Aku Berhasil membalaskan dendam ku kepada kegagalan di 2 jenjang sebelumnya. ~tralala. Tapi malesinya aku satu sekolah lagi sama salah satu princess SD yang tadi ku ceritain. Apakah dia jadi primadona juga di SMA? Haha, doakan kami sekelas *passion memuncak*. Jangan ngomongin dia ah, kenaken. Ngomongin bet ku aja ya yukkkss

Bet tribhuana tunggadewi. Ya itulah yang selama ini kusebut sebagai bet passion. Aku seneng banget bisa ngedapetin itu. iyalah tanpa test, coba kalo pake test yakin deh aku gak lolos :o. Tapi aku belum sepenuhnya berdedikasi untuk bet ini. aku belum bisa membagi waktu dan sering kali mengesampingkannya setelah SDP. Walaupun aku juga tahu kehadiranku tidak terlalu diperhitungkan di ambalan HWTD ini, setidaknya aku telah mengucap sumpah. Berikrar untuk setia dan loyal terhadap ambalan HWTD sampai kelas 12 semester 1. Semoga saja bisa. Amin, doakan :)

Sekarang, hari jum’at bagai deretan mimpi buruk. Iya sih aku berhasil dipanggil kakak, yesss. tapi ono sing mbak juga deng, emmm. Tapi predikat kakak ku luntur seiring perlakuan teman2 sebaya yang fisika banget. Dibully, dicaci, makanan kita sehari-hari. Huh galau sekaleee. Puncaknya tuh kemarin jum’at. Aku, riska dan benita ditugaskan untuk mengampu kelas STM. Kenapa STM? Lanang kabeehhh, hanya 6 dari 30 siswa yang bergender selain laki-laki. Parah rak kuwi. Nek STM 1 ngono enak, lha iki *ups. Males banget, rak iso diatur, marake guyu sisan, meh ngampu dadi salting toya wkkwkkk. Alhasil, riska yang masih tegar menyampaikan materi. Benita diam saja. Aku ngguyu cekakakan. Cukup, sekian-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar